Beranda > Tak Berkategori > KKG BERMUTU; antara Harapan dan Tantangan

KKG BERMUTU; antara Harapan dan Tantangan

KKG BERMUTU, itulah istilah yang saat ini begitu populer di kalangan guru SD di berbagai wilayah penerima DBL BERMUTU. Kepopuleran tersebut berasal dari 2 hal; pertama karena kata atau istilah BERMUTU yang dalam Bahasa Indonesia berarti juga BERKUALITAS, kedua, Program BERMUTU didanai sebesar Rp. 27.000.000,- (dua puluh tujuh juta rupiah) dari bantuan Pemerintah Kerajaan Belanda.

Yah …. begitu spektakuler.

Sebagaimana sudah diinformasikan, ternyata BERMUTU merupakan sebuah singkatan dari program ini yang secara resmi menggunakan Bahasa Inggris yaiutu Better Education trough Reformed Management and Universal Teacher Upgrading.

Universal Teacher Upgrading, atau dalam Bahasa Indonesia Peningkatan Kemampuan Guru secara Menyeluruh itulah akhir dari singkatan BERMUTU yang khusus ditujukan bagi guru. Terkesan hal itu terlalu berat, tapi itulah harapan yang sebenarnya didambakan oleh banyak pihak.

Kalau dibahasakan dan diuraikan secara sederhana program KKG BERMUTU bertujuan meningkatkan profesionalisme guru yang melingkupi:

  1. Peningkatan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab profesi guru.
  2. Peningkatan wawasan dan penguasaan terhadap segala bentuk perkembangan iptek terkait dengan pendidikan dan pembelajaran.
  3. Peningkatan daya kritis terhadap persoalan seputar profesi dengan kajian positif mengarah pada solusi.
  4. Peningkatan keampuan khusus terhadap penguasaan implementasi dan pengembangan kurikulum sekolah (KTSP)
  5. Peningkatan kemampuan khusus terhadap penguasaan operasi komputer dan internet khususnya terkait dengan kebutuhan dan daya duung tugas profesi.
  6. Peningkatan kemampuan khusus terhadap penguasaan dan pemahaman terhadap kondisi psikososial peserta didik.
  7. Peningkatan kemampuan khusus terhadap penguasaan keterampilan pembelajaran baik reguler, enrichment maupun remidial.
  8. Peningkatan kemampuan khusus terhadap penguasaan keterampilan melakukan kajian pembelajaran shingga menemukan persoalan krusial yang dianggap perlu untuk diperbaiki.
  9. Peningkatan kemampuan khusus terhadap perencanaan dan pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
  10. Peningkatan kemampuan khusus terhadap keterampilan melakukan dan melaporkan tindakan perbaikan pembelajaran yang kemudian diistilahkan dengan populer sebagai Penelitian tindakan Kelas (PTK)

Paling tidak itulah yang diharapkan tercapai selama program KKG BERMUTU tahap 1, terasa begitu berat.

Kenyataan yang sekaligus menjadi sebuah tantangan yang terjadi selama penyelenggaraan KKG BERMUTU tahap 1 di Gugus 1 Pagaden Barat Kab. Subang adalah:

  1. Kemampuan personal pengurus dalam memanage KKG BERMUTU masih lemah dalam beberapa aspek seperti kemampuan komputer, kemampuan pesentasi, kemampuan perencanaan dan pengendalian kegiatan.
  2. KKG belum memiliki sarana Lptop dan slide proyektor unuk kepentingaan sekretarian dan presentasi kegiatan.
  3. Tingkat partisipasi kehadiran, peran aktif dalam pertemuan dan pemenuhan tagihan tugas terstruktur dari guru peserta masih sangat rendah.
  4. Sikap guru peserta yang apriori, bahkan beberapa oran yang bersikap negatif.
  5. Ada beberapa Kepala Sekolah dan Pengawas TK/SD seolah tidak peduli dengan tinkat partisipasi guru peserta yang sangat rendah.
  6. Ketersediaan Narasumber yang sangat terbatas yang bisa hadir memberikan materi dalam kegiatan.
  7. Ada beberapa narasumber yang dalam kenyataannya sangat tidak kredibel, terbukti dengan ketika menyampaikan materi sangat jauh dari skenario BBM yang sudah distandarkan dalam BERMUTU.
  8. Tidak pernah satu kalipun ada monitoring dari pihak manapun terhadap kelompok kami.
  9. Pengurus KKG yang mengawal program ini selalu dikambinghitamkan ketika terjadi persoalan bentroknya beberapa kegiatan dengan agenda UPTD Pendidikan.
  10. Kegiatan KKG BERMUTU terkesan hanya milik Pengurus KKG.

Akan tetapi beban itu mungkin bisa sedikit dringankan apabila:

  1. Program KKG BERMUTU berjalan pada waktu yang sesuai dengaan disain konsep awal. Kenyataannya, program ini datang terlambat dan berakhir harus terburu-buru.
  2. Sistem kerja sama instansi terkait dengan KKG dari LPMP, Dinas pendidikan Kab/Kota, UPTD Pendidikan dan pihak lain yang terkait memberikan ruang yang leluasa bagi pelaksana di kelompok kerja untuk melaksanakan program ini dengan baik dan terorganisir sehingga tidak terkesan bahwa program KKG hanya milik instansi tertentu. Kenyataannya, satu contoh kecil ketika Guru Pemandu harus mengikuti Diklat selama 10 hari, pihak UPTD Pendidikan Kecamatan tidak mendapat konfirmasi sedangkan harus memberikan dispensasi kerja terhadap guru yang bersangkutan.
  3. Sistem kerja sama instansi terkait dengan KKG dari LPMP, Dinas pendidikan Kab/Kota, UPTD Pendidikan dan pihak lain yang terkait memberikan ruang yang leluasa bagi pelaksana di kelompok kerja untuk melaksanakan program ini dengan baik. Kenyataannya, keseriusan pengurus beresiko dengan image negatif sebagai guru yang paling sering meninggalkan kelas.
  4. Adanya peraturan khusus tertulis atau paling tidak membangun komitmen profesi di tingkat gugus sekoah yang domando dan dikawal para pengawas TK/SD bahwa partisipasi dalam kegiatan KKG bagi Guru Peserta adalah sama denga melaksanakan tugas mengajar (tugas utama) selama program ini berjalan, jika tidak berarti guru yang bersangkutan sama dengan tidak melaksanakan tugas.
  5. Para kepala sekolah mengawal program ini dalam bentuk mengawasi dan mengendalikan partisipasi guru dalam hal kehadiran, peran aktif pembelajaran, pelaksanaan tugas terstruktur sampai pada implementasi hasil di sekolah masing-masing.
  6. Para guru memiliki kesadaran untuk secara bersama-sama memangun kelompok kerja secara positif.

Sehingga program KKG BERMUTU dirasa sebagai milik bersama semua unsur terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang harus deselenggarakan dengan tanggung jawab bersama untuk kepentingan pencapaian tujuan bersama yang hasilnya akan dirasakan bersama.

Semoga ………………..

About these ads
Kategori:Tak Berkategori
  1. Siti Sarofah, S.Pd.
    21 November 2011 pukul 19:08

    ternyata tidak hanya di kelompok kami saja yang demikian, tadinya saya berfikiran apakah hanya di kelompok saya yang demikian keadaannya, sy tadinya berfikir saya telah gagal menjadi ketua dengan kondisi demikian, bahkan yang lebih parah, bermutu tidak menjangkau KKKS di kecamatan kami sehingga ada saja kepala sekolah yang kurang mendukung tapi sekarang saya mulai bangkit, saya berupaya secara maksimal walanu menghadapi KKKS bahkan kadang-kadang sikap UPT yang tidak begitu berbeda. semangat terus untuk mencetak guru yang lebih profesional dengan BERMUTU.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: